Minggu, 17 September 2017

Ternyata Media Sosial Bisa Bikin Penyakit

Ternyata kunci dari long lasting (kelanggengan hubungan) dan hidup tenang bapak ibu dan nenek kakek serta uyut uyut adalah dengan tidak mengenal apa itu media sosial.
Tidak menjadi penggunanya. Sehingga mereka lebih mudah menikmati dan mensyukuri hidup yang telah diberikan Allah. Tenang adem ayem. Tanpa ada rasa risau iri dengan keadaan orang lain yang lebih baik. Otomatis tidak membandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain.
Ada yg liat IG banyak foto cewek mondar mandir yang ternyata lebih syantik dari istrinya. Alhasil sang suami pun trs merasa kurang dan tdk bersyukur atas keadaan fisik istrinya.
Ada yg liat IG banyak foto cowok seliweran yg ternyata lebih sholeh, lebih berpengetahuan, lebih sukses, lebih keren kerjaannya, lebih ganteng daripada suaminya. Alhasil sang istri pun terus merasa kurang atas keadaan suaminya dan kurang mensyukuri apa yang ia miliki aekarang.
Paling tidak bijak menjadi pengguna dengan cara kurangi mengaksesnya atau akseslah seperlunya, sebutuhnya saja hanya untuk sekedar mencari informasi ataupun pencerahan dari kajian.
Kalo pun mau bersilaturahmi dengan kerabat atau saudara, silaturahmi melalui kontak hp atau malah langsung bertemu saja sepertinya lebih berpahala dan memanjangkan umur.
Karena ternyata dipikir-pikir media sosial lebih banyak mudharatnya, digunakan sebagai media pamer, tempat curhat, cari perhatian, dan pencitraan. Bahkan ada yg dijadikan media gosip atau share foto/video saru ga bemutu. (Apa kabar jamane anak ku besok ya). Paling positif ya untuk sekedar media jualan, promosi, dan  media kajian.
Baiklah. Itu hanya pendapatku pribadi hasil dari penelitian selama ini (pret). Semua punya pendapatnya masing2.

Ku kan mencoba bijak dengan mengurangi pengaksesan akun IG pribadi ini kalo ga penting2 amat ya ga usah buka. Ya seminggu cukup 2 kali. Anggep aja lagi kehabisan kuota padahal pake wifi (tuh kan pamer kasian yg ga pake wifi pasti mereka ada yg jd ga bersyukur krn pengen jg punya wifi. Gini ini contoh jeleknya to). Oke baiklah. Sekian curhatan (tuh jadi tempat curhat kan wkwk) di media sosial dari saya. Jika ada keluhan, saran, dan kritik silahkan hubungu yang Maha Kuasa agar hati lebih tenang dan sabar dan ikhlas atas hidup ini.
Wabilahitaufiq wal hidayah.
Wassalammu'alaikum wr.wb.
Bye ~

Selasa, 18 Juli 2017

Instropeksi Diri


Jika kau inginkan yang baik, maka jadilah baik atas dirimu terlebih dulu.
Sama halnya dengan jodoh.
Jika kau menginginkan lekaki yang pandai menjaga perasaanmu.
Maka jadilah wanita yang mampu menjaga perasaan.
Jika kau menginginkan lelaki yang menghargai keadaanmu.
Maka jadilah wanita yang mampu menghargai dirimu sendiri dan orang lain
Dan jika kau inginkan lelaki yang mampu menjaga pandangannya dari banyaknya wanita di luar sana.
Maka jadilah wanita yang mampu menjaga kehormatannya.
Itu sudah hukum alam
Dan tentu janji Allah.
Karenanya sudah pasti benar adanya.


Kembalilah hati dalam ketenangan.
Jika kau telah mampu melaksanakannya
Tegaslah pada dirimu sendiri,
Bahwa yang baik akan bersanding pula dengan yang baik.
Bahwa yang akan menjadi baik akan bersanding pula dengan yang ingin menjadi baik.
Jaga kehormatanmu dan kau akan dapatkan ia yang mampu menjaga pandangannya, sebagai bentuk patuh pada Rabb dan bentuk menghargai akan adanya dirimu di hidupnya.
Renungkanlah,
Benahilah,
Instropeksi diri itu penting.

Minggu, 16 Juli 2017

Hargailah Pasanganmu



Kadang, kita perlu memiliki waktu untuk sekedar diam dan merenung. Karena sejatinya diri ini lahir dalam keadaan sendiri dan kelak mati dalam keadaan sendiri pula. Merenung dan sendiri bukan berarti meratapi apa yang telah terjadi, melainkan karenanya kita menjadi tahu banyak hal yang belum sempat terpikirkan.


Pada subuh ini aku diam dan merenung. Lalu berpikir, tentang pasangan hidup dan hal yang seringkali aku temui.
Mengapa banyak laki-laki yang sudah memiliki pasangan hidup masih saja kurang ? Masih ingin mencari yang lebih baik, masih belum cukup atas apa yang sudah mereka dapatkan, merasa lupa bahwa selama ini ada pasangan hidupnya yang setia merawatnya. Aku hanya heran, mereka sedang lupa, khilaf, atau kurang ?
Entahlah,
Banyak dari mereka yang tidak bersyukur dengan pasangan hidupnya.
Perempuan cantik di luar sana mudah sekali menggiurkannya.
Mudah sekali membuat ia untuk meninggalkan pasangan hidupnya.
Jika harus terus begitu, apakah mereka tidak lelah ?
Mengejar yang lebih sempurna.
Mereka yang mengejar kesempurnaan dan tidak menghargai apa yang telah dimiliki, maka hanya akan mendapat lelah dan penyesalan.
Padahal, penyesalan itu letaknya selalu di akhir.
Tak mampu kembali seperti semula karena kepercayaan itu sulit didapatkan kembali jika sudah dinodai.
Bagai kertas putih yang digenggam hingga kusut, dikembalikan lagi pun tak akan bisa semulus pada awalnya.


Bagi kalian yang telah memiliki pasangan hidup.
Jangan sia-siakan pasanganmu, karena ia sudah rela meninggalkan yang lain hanya untuk memilihmu.
Hargai ia, sayangi ia, pahami dan jangan buat kecewa. Atau kamu yang akan menyesal.
Orang atau lelaki yang bersyukur atas pasangan hidupnya adalah ia yang mampu menghargai perasaan wanitanya.
Lelaki hebat adalah ia yang tak bergeming meskipun banyak wanita lebih sempurna di luar sana dan tetap memilih wanitanya.
Lelaki hebat adalah ia yang mampu menjaga pandangannya dari melihat wanita si luar sana yang jauh lebih sempurna dari wanitanya, agar tak menyakiti hati dan merupakan bentuk menghargai.
Sebab ingatlah, bahwa penyesalan selalu ada di akhir.
Sebab ingatlah, bahwa kepercayaan itu sulit didapat.
Sebab ingatlah, tak selamanya apa yang cantik dalam pandangan mata adalah baik.
Sebab ingatlah, bahwa menghargai pasanganmu itu lebih mampu membuat bahagia.
Karena hakikat dari menghargai ialah mensyukuri apa yang telah kita miliki.
Merasa cukup atas apa yang telah ada.
Sebab ternyata, merasa cukup adalah kunci dari kebahagiaan dan ketenangan.


Hargailah pasanganmu.
Jagalah perasaannya.
Ingatlah bahwa penyesalan datangnya selalu di akhir.
Sedangkan kesempatan tak selamanya datang dua kali.
Apa yang sudah kau dapatkan ialah hal yang terbaik bagimu.
Ingat, bahwa pasanganmu rela meninggalkan pilihan-pilihan lain hanya karena memilihmu.
Hargailah ia, jaga perasaannya.
Saat dilihat maupun tidak, sebab bersyukur itu letaknya pada hati.

Minggu, 23 Oktober 2016

Belajar Dari Hal Sederhana


Sore ini aku dibuat merenung oleh ibu berkepala empat ini. Sepulang dari aktivitas di luar rumah, ku cek hp yang lumayan lama belum sempat dibuka. Beberapa notifikasi muncul menghiasi layar. Ku buka dan semua pesan terbalaskan satu per satu. Sesampainya pesan yang terakhir, disana tertera nama Bu Sumiati. Ku baca pesan darinya dan mulai untuk membalasnya. Selesai mengetik aku pun terdiam. Entah mengapa hati ini terasa sangat bahagia, sejuk, dan damai membaca pesan tersebut. Aku merenungkannya sejenak, apa yang sebenarnya membuat hati ini begitu terasa sejuk. 
Ternyata aku tersadar.
Tindakan yang hanya melalui kata-kata sesederhana itu di jaman sekarang sudah sangat jarang ku temui. Jaman dimana segala sesuatunya bergerak begitu cepat dan berubah begitu drastis. Jaman dimana banyak perkara-perkara kecil dibesarkan, sedangkan perkara-perkara besar diremehkan. Hingga banyak lupa tentang hal-hal kecil sederhana yang seharusnya kita lakukan terhadap oranglain. Hal itu adalah kepedulian. Seperti yang dilakukan oleh pesan singkat dari Bu Sumiati. Pesannya pendek, namun aku dapat melihat ketulusannya. Perkataan beliau muncul dari dalam hatinya. Sehingga apapun yang dikerjakan dari hati, pasti juga akan sampai ke hati.
Sama halnya dengan sekecil dan sesederhana ucapan "Terimakasih" dan "Maaf" yang disampaikan dari ketulusan hati. Kepedulian memiliki makna yang sangat dalam apapun bentuk penyampaiannya. Dengan kepedulian, manusia akan merasa dimanusiakan. Dihargai dan diakui keberadaannya. Sebab di dalam firman-Nya, tidak ada keburukan apapun yang datang dari Allah, melainkan keburukan itu disebabkan oleh Manusia itu sendiri. Oleh karena itu, perbuatan buruk apapun yang dilakukan oleh oranglain terhadap kita adalah karena dari diri kita sendiri. Jika kita tidak memperdulikan oranglain, maka jangan heran jika oranglain nantinya juga akan tidak peduli pada kita. Begitu pula sebaliknya. 
Apa yang seringkali dilakukan oleh Bu Sumiati terhadapku selama ini baru saja ku sadari ilmu yang dapat ku petik. Beliau tidak hanya melakukannya sekali, tapi berkali kali. MashaAllah. 
Ternyata hal yang sesederhana itu dapat menciptakan kedamaian, kebahagiaan, dan ketenteraman. Namun, sayang sekali masih banyak yang melupakan atau bahkan sengaja mengesampingkan. Padahal kita juga tahu, itulah yang diajarkan agama Islam. Bagaimana bisa kita mengaku muslim, sedangkan akhlak dan attitude kita melenceng jauh dari yang diajarkan Rasulullah. Bagaimana mungkin ibadah besar kita akan diterima, sedangkan ibadah sekecil itu saja masih sering kita lewatkan. 
Kadang kepedulian dan menghargai oranglain dengan mengingat segala kebaikan yang pernah mereka lakukan kepada kita sangat sulit dilakukan karena hati yang dikuasai oleh keegoisan dan gengsi. Inilah yang dinamakan dengan penyakit hati. Sebaik apapun ibadah dan iman seseorang, jika terdapat keburukan di dalam hatinya maka rusaklah amalannya, bukankah Allah menyuruh kita untuk memiliki hubungan baik dengan sesama manusia ? Apalagi dengan saudara semuslim. Habluminallah dan Habluminannas. Ini yang harus kita sama-sama sadari. 

Pesan yang dikirimkan Bu Sumiati mengingatkanku pada papepatah ini, 
Segala yang dilakukan tulus dari hati yang baik, akan menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan bagi oranglain. Subhanallah. Semoga kita khususnya diriku pribadi senantiasa dapat terus belajar ilmu-ilmu kehidupan yang datangnya kadang justru dari hal yang paling sederhana, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Doaku kepada kita semua (yang membaca) semoga Allah selalu memberi petunjuk, hudayah, dan hikmah dari setiap kejadian sehingga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Segera sadarilah setiap kita ingin membenci oranglain atas sikapnya, segeralah mengingat kebaikan yang telah mereka perbuat selama ini kepada kita. Juga segeralah ingat bahwa kita tidak maha tau keadaan oranglain, kita tidak tahu apa yang sedang oranglain rasakan, apa yang telah diambil Allah darinya. Maka berbaik sangkalah. Dari situlah kita mampu menghilangkan keegoisan dan gengsi yang bersarang dalah hati. Ikhlas dan tulus dalam menjalankan kehidupan dengan ketenteraman. Meskipun sulit, tapi itulah yang InsyaAllah akan mengantar kita ke gerbang Jannah. Seperti kisah perempuan pelacur yang memberi makan seekor anjing yang tengah kelaparan, ia memberinya makanan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Maka pada saat itulah Allah pun menjanjikannya Syurga. Allahukabar..

Semoga bermanfaat.
Wallahua'lam wishshawwab.

Rabu, 19 Oktober 2016

Cinta ?



Ketika engkau mencari dimana cinta.
Jawabannya hanyalah satu.
Cinta adalah Allah.
Dia lah sang Maha Cinta.
Pemilik cinta.
Penghadir cinta.
.
.
Dia selalu berada di dalam hati kita.
Dia selalu memberi kekuatan.
Dia selalu memberi keberkahan.
Dia selalu mengajariku tentang keikhlasan.
Tentang mengasihi.
Tentang mencintai.
Juga tentang merelakan.
.
.
Kebahagiaan adalah cinta.
Melihat kebahagiaan orang-orang yang kita sayangi itulah cinta.
Mengapa cinta adalah Dia ?
Sebab hanya bersama Dia aku bahagia.
Sebab bahagiaku karena Dia.
Sang Maha Cinta.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Allah's Answer


KENAPA AKU DIUJI ??
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB :
(Qs. Al-Ankabut : 2-3)
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta".
.

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB :
(Qs. Al-Baqarah : 216)
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui".
.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB:
(Qs. Al-Baqarah : 286)
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya".
.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB :
(Qs. Al-Baqarah : 45)
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dgn jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata".
.

APA YANG AKU DAPAT ???
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB :
(Qs. At-Taubah : 111)
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mumin, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka".
.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB :
(Qs. At-Taubah : 129)
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal".
.

AKU TAK SANGGUP !!!!
🌸🌸🌸🌸🌸
QURAN MENJAWAB :
(Qs. Yusuf : 12)
"dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir".
.

Bismillah sahabat fillah,
Tiada yang patut kita cemaskan di dalam hidup ini.
Sebab sudah ada yang menjaminnya, yaitu Allah.
Sungguh kita hanya pantas mencemaskan apa-apa yang belum ada jaminannya.
Apakah itu ?
Adalah tentang nasib kita di akhirat.
Penghuni Syurga ataukah Neraka.

Minggu, 02 Oktober 2016

Akhlak Yang Tak Bisa Sesempurna Rasulullah



Ya Rasulullah...
Begitu mulianya akhlakmu Ya Rasul.
Bagaimana aku bisa meneladanimu ?
Sedang ku sangatlah hina.
Manusia paling buruk dalam akhlak dan iman.
Bagaimana aku bisa kau panggil sebagai umatmu kelak Ya Rasul ?
Sedang ku belum bisa menerapkan kemuliaan akhlakmu di dunia ini.
.
Diri ini sangatlah buruk Ya Rasul.
Mungkin sudah banyak keberhasilanku menjadikan oranglain benci terhadapku.
Sedang ku selalu bermimpi untuk menjadi sepertimu.
Baik akhlaknya, santun perangainya, dan ikhlas mendapati apapun karena-Nya.
Tapi lagi-lagi aku gagal.
Meski dalam hati terdalam ini selalu ada cahaya petunjuk.
.
Namun, apalah arti cahaya dalam hati ini.
Kebaikan yang hanya dipendam sendiri dalam niat tanpa ada penerapan.
Apalah artinya jika tanpa habluminannas.
.
Ya Rasulullah.
Seandainya kau masih ada.
Akan aku ikuti kemana saja kau pergi.
Meski ku harus merangkak.
Agar aku selalu bisa mengikuti juga akhlak dan perangaimu yang menyejukkan itu.
.
Ya Rabbi.
Maafkanlah diri ini yang tak sempurna dalam meneladani kekasih-Mu.
Minim dalam penerapannya.
Teralu angkuh dan malas.
.
Ya Rabbi.
Maafkanlah juga mereka yang tidak mengerti seperti apa isi hati ini.
Maafkanlah pandangan salah mereka terhadapku dan akhlakku.
Memang sesungguhnya aku tidak hanya hina dimata-Mu.
Tetapi juga hina di mata mereka.
.
Namun Ya Rabb...
Tiada yang lebih mengerti seperti apa diri ini selain hanya Engkau.
Niatan di setiap perilaku dan perkataanku.
Sungguh hanyalah aku dan Engkau yang tahu.
.
Ya Rasulullah
Aku selalu menitipkan shalawat dan salamku kepadamu.
Setiap hari.
Aku rindu Ya Rasul.
Inginku bertemu denganmu walau hanya sekedar dalam mimpi.
.
Sebagai obat dari kerinduan ini akan ku terapkan akhlak dan iman yang sempurna.
Meski tak akan sesempurna engkau.
Ya Rasul...
Berilah aku keselamatan di Padang Mahsyar kelak.
Genggamlah tangan ini ketika berada di jembatan Sirath.
Selamatkanlah.
Selamatkanlah.
.
Ya Rabbi...
Bimbinglah hati ini untuk terus dapat melihat cahaya kebaikan.

Sabtu, 24 September 2016

La Tahzan !



"Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya"
(QS. Al-Hadid: 22)

Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka,

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami."
(QS. At-Taubah: 51)

Apa yang membuat kita benar, maka tak akan membuat kita salah. Sebaliknya, apa yang membuat kita salah, maka tidak akan membuat kita benar.

Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa kita dan kukuh bersemayam dalam hati kita, maka setiap bencana akan menjadi karunia, setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.

"Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya"
(Al-Hadist)

Syaraf-syaraf kita akan tetap tegang, kegundahan jiwa kita tak akan reda, dan kecemasan di dada kita tak akan pernah sirna, sebelum kita benar-benar beriman terhadap qadha' dan qadar.

Tinta pena telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan kita temui. Maka jangan biarkan diri kita larut dalam kesedihan. Jangan mengira diri kita sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang akan runtuh, membendung air yang akan meluap, menahan angin agar tak bertiup, atau memelihara kaca agar tak pecah. Adalah tak benar jika semua itu dapat terjadi dengan paksaanku dan paksaanmu, karena apa yang telah digariskan akan terjadi. Setiap ketentuan akan berjalan dan semua keputusan akan terlaksana. 

Kita harus menyerahkan semua hal kepada takdir agar tak ditindas oleh bala tentara kebencian, penyesalan dan kebinasaan. Percayalah dengan kebenaran qadha' sebelum kita dilanda banjir kekecewaan dan kesedihan yang mendalam. Dengan begitu jiwa kita akan tetap tenang menjalani segala daya upaya dan cara yang memang harus ditempuh. Bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dan diluar dari apa yang kita rencanakan, maka itu merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Jangan pula berandai, "Seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya." Percuma. Itu tetap tidak akan merubah takdir. Tapi katakanlah, "Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan." (Al-Hadist)

Jadi tenanglah wahai hati. Semua telah ada jalan dan masanya sendiri-sendiri. Memang, apa yang kita inginkan kadang tidak kita dapatkan karena Allah tahu mana dan apa yang kita butuhkan. Allah itu Maha baik, pastilah Dia akan memberikan yang terbaik bagi-Nya kepada kita. Ada kalanya kita akan menyadari betapa sempurnanya rencana Allah. Percayalah, semua akan indah pada waktunya. Yakin dan berbaik sangkalah pada Sang pemilik segalanya. 


La Tahzan 
Jangan Bersedih !

Ujian Tak Akan Pernah Habis


Ujian itu didatangkan Allah karena Allah Maha Mencemburui hati. Ketika ada hal yang mengambil sebagian besar tempat di hati kita, maka disitulah Allah akan meletakkan ujian. Semakin dahsyatnya ujian, semakin Allah ingin melihat kekuatan kita untuk menghadapinya. Salah satunya ialah dengan berserah diri. Sebab berserah diri merupakan bukti cinta kita kepada Allah. Allah inginkan kita kembali berharap hanya kepada-Nya. Bukan berharap pada manusia, apalagi benda.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, sesungguhnya bukanlah kebetulan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua terjadi atas kehendak dan kuasa Allah. Bahkan daun yang jatuh, awan yang bergerak, angin yang sesekali meniup rambut, kerikil yang bergulir, semua itu pun sudah digariskan oleh-Nya.

Lalu apa yang harus kita khawatirkan ketika kita terasa diuji (?). Jangan menjadi golongan yang hatinya berpenyakit. Jadilah golongan yang hati dan bibirnya selalu mengucap kata tahmid. Allah tidak menyuruh kita lari. Allah hanya menyuruh kita kuat.

Cukup kepada Allah lah kita kembalikan segala urusan, karena ujian memang tidak akan pernah habis selagi kita masih hidup sebagai hamba Allah yang harus memperjuangkan balasan syurga.

Jumat, 23 September 2016

Manusia Berencana, Allah Yang Tentukan. Berserah Diri Itu Baik

Ya Allah seandainya telah Engkau catatkan dia akan menjadi teman hidupku.
Satukanlah hatinya dengan hatiku.
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami.
Agar kemesraan itu abadi.
Dan ya Allah ya tuhanku yang Maha Pengasih,
Seringkanlah kami melayari hidup ini
ke tepian yang sejahtera dan abadi.

Tetapi Ya Allah, seandainya telah kau takdirkan dia bukan milikku
Bawalah jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambilah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah Ya Tuhanku yang Maha mengerti
Berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walau tanpa bersama dengannya

Dan ya allah yang tercinta
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah

Ya allah ya tuhanku
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik untukku
Karena Engkaulah yang Maha mengetahui segalanya, sedang aku tak mengerti apa-apa

Ya allah cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan akhirat
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran

Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan karuniakanlah padaku keturunan yang sholeh nan sholehah

Amiin...

Rabu, 21 September 2016

Tulang Rusuk Tak Akan Tertukar

Aku tidak tahu, mana yang lebih dulu ku temui. Engkau ataukah Malaikat Izrail.
Ketika hati ini tak kunjung bertemu, dengan hati seseorang yang selalu ku sebut dalam doa. Bukan rindu yang kurasa, bukan ego yang kusematkan dalam dada akan lelahnya penantian, 
tetapi... 
disitulah aku merasa, kepasrahan yang luar biasa. 
Bahwa tidak ada hal apapun terjadi tanpa melalui izin-Nya..

Tak akan ku sematkan ego dalam dada hanya untuk takut tak lagi berjumpa denganmu.
Sebab keyakinanku pada garis takdir-Nya sudah terlanjur kokoh. 
Memasrahkan dan merelakan bukan berarti benci, melainkan memilih taat kepada-Nya. 
Aku tahu,
penggenggam hati adalah Allah..
Jika Dia berkehendak, sangat mudah baginya untuk "Kun Fa Yakun" maka jadilah. Hanya untuk menyatukan saja teramat mudah bagi-Nya. Begitu pula untuk memisahkannya.
Sebabnya, 
aku tak punya kuasa atas hal ini..
Cukup ku serahkan pada-Nya dengan segenap keyakinan, bahwa takdirku dan takdirnya akan indah pada waktunya. 
Aku disini cukup untuk membuat diri ini siap menyambutmu.
Meminta kepada sang pemilik hati untuk segera bertemu denganmu.

Walau mungkin bisa saja kita tak akan pernah bersatu,
Namun...
Aku ataupun Engkau pasti akan bahagia dengan cara-Nya. 
Sebab setiap ketaatan, akan selalu menyertai jalan kita yang diridhoi-Nya.

Semoga kau lebih dulu menemuiku dengan mahar ketaqwaan,
sebelum Malaikat Izrail yang menjemputku dengan keagungan sayap gagahnya. 

Namun... 
Jika Allah lebih mencintaiku sehingga Dia lebih dulu mengambilku kesisi-Nya
Sedang aku belum berjumpa denganmu wahai tulang rusukku..
Tidak apa, 
justru aku sangat berbahagia.
Karena Allah ternyata memiliki rencana yang begitu indah sampai ku tak bisa membayangkan sebelumnya,
Ya..
Aku ditemukan denganmu wahai pasanganku, di tempat yang jauh lebih suci daripada Dunia,
yaitu... akhirat.

Sampai berjumpa di waktu dan tempat yang telah ditentukan,
Wahai penenang dan penentram jiwa :)



Selasa, 23 Februari 2016

Single Muslimah Dua



"If she's not on deen she's not fit to be your Queen. If he's not got Imaan he's not fit to be your man."
Setiap doa yang dipanjatkan, selalu terselip namamu yang entah dimana, siapa dan sedang apa. Bibir ini selalu basah akan dzikir dan doa untuk masa depan. Masa depan yang semoga senantiasa selalu diridhai-Nya.
Kesabaran dan keikhlasan hati tak kan pernah lelah menemani penantian akan kedatangannya, sebab keyakinan ini terlalu besar dan kuat kepada takdir Allah yang selalu paling baik.
Pada suatu waktu yang telah Allah tentukan, kita akan bertemu dalam ikatan yang disukai oleh-Nya.
Memenuhi separuh agama. Menuju Jannah bersama. 


Beautiful Love Letter From A Husband To His Wife
" You came as a stranger. You stay with me as my shadow. You reflect as my mirror. In you i found my other half. You rejected all your dreams. You gave me your heart. You lend me your hands. In you I found my weapon. You taught me what I knew not. You care for me like no one ever did. You lift me up when I fall down. In you I found my inspiration. You are happy with less. Though you give me loads. You make me speechless. In you I found my way to Jannatul Firdaus. You make me smile when I cry. You show me that you are only mine. You do everything to please me. In you I found LOVE. Fisabillilah "

"Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own." A woman wants her husband to be strong in Deen, to be her best friend, someone she can share secrets and jokes with. She wants to feel special, loved and understood. If you want to be a good husband please realise that a woman's needs are different to a man's. Your wife's main need is 'emotional'. Prophet (PBUH) said: "The best of you are those who are best to their wife." (Sahih Al-Bukhari)

When your wife feels weak, Be to her like a father. When she cries, Be to her like a Mother. When she makes a mistake, Be to her like a brother. When she complains, Be to her like a friend. When she feels afraid, occupy her in your heart and be to her like a lover. When she needs advice be to her like a sister. And make her feel that you always with her and will not abandon her till death.


♥ Beautiful short story ♥ 
Wife asks husband: "What is the happiest moment in your life?" 
He looked at her face and said: "It has not yet come.." 
She fell silent for a moment, then she asked: "And when will it be?" 
He said: "The day when you open the door and you say to me, 'my dear husband, Assalaamu Alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh' - in our palace in Jannah."


This is how all marriages should be, happiness but the ultimate goal to attain Jannah by pleasing one another. The day you complete half your deen. Just remember she's not just your wife but your queen a gift from above from above. Ar Rahman Ar Raheem.


"Women were made from the rib of man, not created from his head to top him. Not from his feet to be stepped upon. But made from his side to be close to him. From beneath his arm to be protected by him. Near his heart to be loved by him."


"Don't ever in your life get fooled to think that the value and worth of a Woman is in her beauty...
The true value of a woman rests in her level of Taqwa and good deeds, not in her transient (youthful look will pass over) worldly earnings."


20 Tips To Make Your Marriage Successful Insha'Allah ♥

1. Trust, help each other, be good and stay positive.
2. Please your spouse and make him/her feel special always.
3. Be humorous, playful, helpful, respectful and entertaining.
4. Never bring your past mistakes in your today.
5. Encourage and give hope to your spouse.
6. Do not compare each other even fortiny things.
7. Surprise your spouse with something new.
8. Spent time as much as you can.
9. Get ready for your spouse as they want you to get ready and look beautiful always.
10. Listen carefully and obey sincerely.
11. Avoid fighting, ignoring, lying, doubting, misbehaving and getting angry.
12. Be open and discuss your problems/ worries to your spouse.
13. If one of you is angry, the other should be quiet.
14. Don't argue. Simply say 'Sorry' whether it's your mistake or not.
15. Always make Dua to make your marriage successful and your relationship/ bond strong.
16. Always be thankful to your spouse.
17. Say 'I love you' to your spouse.
18. Understand each other.
19. Make eye contact while speaking.
20. Eat together, be together and pray together."

*text copied from https://www.youtube.com/watch?v=-43xCh--6qM

Jumat, 27 November 2015

Ikhlas


Ikhlas adalah ilmu tinggi dalam hidup. Dengan ikhlas, kita dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan batin. Ikhlas bukan hanya sebuah kata melainkan juga suatu perbuatan. Menyerahkan semua usaha pada Allah, dan menerima segala ketentuan-Nya merupakan bentuk dari ikhlas. Ya, termasuk ketetapan Allah dalam menentukan jodoh untuk kita. Siapapun jodoh yang diberikan Allah bukan hal yang secara cuma-cuma terjadi. Jodoh merupakan ketetapan yang sudah Allah atur untuk setiap hamba-Nya. Jodoh merupakan rejeki, sedangkan rejeki seseorang sudah diatur karena hanya Allah yang mengerti mana yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Maka, segala rintangan silih bergantinya pasangan merupakan jalan menuju ketetapan Allah untuk menghantarkan kita kepada jodoh kita. Lalu apa lagi yang harus kita lakukan selain harus ikhlas. Allah tau mana yang terbaik, kita tidak tahu apa-apa. Tidak usah memberontak dan mempersedih diri. Toh ini hanyalah kehidupan di dunia yang notabene kelak akan kita tinggalkan. Akhirat adalah kehidupan yang kekal yang semestinya harus mebih kita khawatirkan. Jodoh adalah hal terindah yang diberikan Allah untuk kita, Dia pasti memberikannya pada kita dan menumbuhkan cinta kepada keduanya, tidak hanya salah satu. Allah menggerakkan dua insan untuk saling bertemu dan merasakan hal yang sama untuk benar-benar serius menuju ke jenjang halal, begitulah jodoh kita datang. Jika keduanya sudah sepakat untuk halal, maka tanda bahwa mereka berjodoh. Seringkali orang-orang bijak mengatakan seperti itu. Logis. Kita tidak akan menuju pernikahan jika hanya seorang saja yang merasakan cinta dan sayang. Tetapi harus keduanya, karena kehidupan selanjutnya akan dijalani bersama-sama tidak hanya sorang saja. Hal yang sepantasnya kita lakukan sekarang adalah menyibukkan untuk memantaskan diri. Sebab Allah akan menunggu sampai kita siap lahir dan batin. Jika telah siap dalam segala hal, maka sangat mudah bagi-Nya untuk mendatangkan jodoh itu. Bagi yang belum lulus kuliah, segeralah meluluskan. Bagi yang masih pengangguran, beranjaklah mencari penghasilan. Bagi yang belum baik ibadahnya, perbaiki dan sempurnakanlah karena kelak akan menjadi orangtua. Bagi yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan, kurangi dan dewasalah karena kelak akan memiliki anak yang membutuhkan orangtua bijak. Sempurnakanlah meski kita tak akan pernah bisa sempurna. Berpikirlah kedepan, pikirkanlah kembali apapun itu karena berpikir pendek bukan ciri orang yang dewasa. Pikirkanlah bahwa yang menurut kita baik belum tentu baik bagi Allah, begitu juga sebaliknya. Ikhlas adalah jalan terbaik untuk mengurangi kegelisahan bahkan rasa sakit karena masa lalu. Jika kita ikhlas, semua kebaikan akan datang sendirinya. Ikhlas bukan berarti tak peduli dan cuek, ikhlas itu tetap peduli namun dengan cara memperdulikan karena Allah. Begitu pula dengan urusan jodoh yang harus kita ikhlaskan apapun ketentuan-Nya. InsyaAllah jika kita ikhlas, maka akan diberikan yang terbaik.

Sabtu, 07 November 2015

Idaman Wanita Sholihah

 

Ketahuilah para pria, sesukses apapun, sekaya apapun, setampan apapun, segagah apapun, setinggi apapun, se-eksis apapun, seterkenal apapun dirimu tidak akan ada gunanya di mata wanita yang sholihah. Jika engkau tau bahwa wanita yang baik-baik akan mencintai pria bukan dari semua itu, karena itu hanyalah luaran semata. Wanita baik-baik akan memilih pria yang memiliki akhlak baik, dan sholeh. Pria yang selalu mengutamakan Allah dan berakhlak santun akan sangat menarik perhatian para wanita sholihah. Apapun yang dilakukan para pria ketika sedang mencoba berkenalan dengan wanita yang baik, maka dengan diam-diam si wanita pasti akan mencari tau informasi tentang dirimu, bagaimana akhlakmu dan agamamu. Di jaman secanggih ini, sebagian besar orang memiliki akun media sosial paling mentok facebook. Dengan itulah biasanya wanita menjadikannya sebagai media informasi untuk dirinya dalam mengenali lebih dalam si pria yang mendekatinya.Sang wanita mencari-cari informasi lewat teman atau kerabat dekat si pria. Begitu juga dengan yang diajarkan dalam islam, bahwa jika ada seseorang yang sedang mendekatimu dan hendak menjadikanmu istirnya maka kenalilah terlebih dahulu melalui informasi-informasi yang ada. Maka dari situlah wanita yang baik-baik pasti akan mencari tahu apakah pria yang mendekatinya adalah pria yang sholih dan memiliki akhlak yang baik atau tidak, paling tidak pertama-tama akan diawali mencari tau di sosial media lalu dilanjutkan dengan mecari tau dari sahabat dekatnya. Oleh sebab itulah, mengapa dalam islam mengajarkan agar kita memilih lingkungan dan teman/sahabat yang baik akhlaknya dan baik agamanya. Karena sahabat adalah orang terdekat kedua setelah keluarga yang akan memberi manfaat untuk kita. Jika kita memiliki sahabat yang berakhlak baik dan agama yang baik, maka akhlak kita pun akan ikut menjadi baik. Kebiasaan yang dilakukan pun juga tetap di arah kebaikan. Sahabat yang baik adalah yang mengatakan hal-hal baik tentangmu kepada orang lain.

Ketahuilah bahwa wanita yang baik-baik hanya mempertimbangkan pria yang memiliki akhlak baik dan agama yang baik. Kesholihan akan menjadi nilai plus paling pertama. Akhlak baik, sopan, dan santun menjadikan wanita lebih yakin terhadap pria seperti itu. Sebab sesungguhnya, wanita tidak membutuhkan pria atau suami yang kekar, kuat, dan juga eksis ketika nanti berumah tangga. Wanita sholihah hanya butuh seorang suami yang dapat membimbingnya dengan sabar untuk menjadi insan yang lebih baik, menegurnya dengan lembut ketika salah, menasihatinya dengan lemah lebut agar menjadi istri yang sholihah, menggandeng dan menuntunnya berjalan ke jalan menuju Jannah-Nya bersama-sama. Pria yang berakhlak santun akan senantiasa menghargai keluarga dan orangtua wanita, memperlakukan dengan penuh perhatian seperti mereka memperlakukannya kepada orangtuanya. Sehingga tak hanya menjadi panutan dan imam dalam rumah tangganya saja tetapi juga keluarga besarnya. Akhlak yang baik akan terpancar dari dalam, dari tutur kata, dari cara ia menyikapi orang lain, dari ia memperlakukan orangtua dan wanita, dari cara ia mentaati segala perintah Allah seperti sholat rutin dan tepat waktu. Lelaki setampan, sekaya, sepandai, sesukses apapun jika ia tidak memiliki agama yang baik atau agamanya sangat rendah maka akan kalah dengan lelaki sederhana apa adanya tidak eksis di mata manusia namun ia memiliki akhlak dan agama yang sangat baik.

Sesungguhnya jika menginginkan wanita sholehah dan baik maka hanya itulah yang paling utama harus dimiliki. Perbaiki dirilah jika menginginkan wanita yang baik pula. Karena jodoh adalah cerminan diri. Lihat dan bercerminlah seperti apa dirimu sekarang, maka seperti itulah sekiranya jodohmu saat itu. Jika engkau memperbaiki diri karena Allah, maka jodohmu juga akan melakukan hal yang sama. Allah itu maha berkehendak dan menggerakkan hati manusia. Sangat mudah bagi-Nya. Periksalah diri kita masing-masing, perhatikanlah apakah lingkungan kita sudah baik atau belum, ibadah kita sudah rapih atau belum. Jika tak juga diperbaiki, maka engkau tidak akan pula dengan segera didatangkan oleh Allah jodoh seorang wanita baik-baik dan sholihah. Tidakkah kita sering mendengar firman Allah :

اَÙ„ْخـَبِيـْثــاَتُ Ù„ِÙ„ْØ®َبِÙŠْثـِÙŠْÙ†َ Ùˆَ اْلخَبِÙŠْØ«ُــوْÙ†َ Ù„ِÙ„ْØ®َبِÙŠْثاَتِ Ùˆَ الطَّÙŠِّبَاتُ Ù„ِلطَّÙŠِّبِÙŠْÙ†َ Ùˆَ الطَّÙŠِّبُÙˆْÙ†َ Ù„ِلطَّÙŠِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Kamis, 05 November 2015

Air Terjun Lepo Dlingo Bantul Indonesia

*disarankan untuk dibuka via laptop agar resolusi video terlihat lebih jelas :D

Kemarin baru saja aku dan keluarga ngetrip alias jalan-jalan ke tempat asik yang lagi hits di Jogja, yaitu semacam curug atau air terjun. Nahh karena buanyaakkk banget air terjun yang ada di Jogja dan sekitarnya, kami memilih yang agak dekat dulu aja deh. Akhirnya pilihan kami jatuh pada air terjun Lepo di Dlingo Bantul. Jalan yang dilalui pun tidak begitu sulit dan mudah ditempuh. Kami berangkat dari rumah pukul 08.00 pagi mengendarai mobil, di perjalanan kami menyempatkan diri untuk sarapan soto dahulu agar tubuh tidak masuk angin. Kami memang sudah berencana untuk nyemplung ke air sepuasnya hehe. Nah, pukul 10.00 kami pun sampai juga ke tempat tujuan. Dari tempat parkir kami berjalan menuju kawasan Lepo sekitar 5 menitan saja, jalannya sudah mulus dan bersih dari sampah-sampah kok, karena sudah dikelola oleh warga setempat. Sesampainya disana akan ada kotak masuk dengan tulisan "bayar seikhlasnya", subhanallah baru kali ini menemui tempat wisata yang dikelola dengan baik namun tidak komersil, bayar seikhlasnya *thumbs up*. 

Sesampainya disana, kami melihat ternyata airnya sedikit surut alias ga ada kemrucuk air terjunnya yang biasanya deras dan air dibendungannya penuh/luber. Airnya surut karena sedang kemarau panjang di Jogja, namun karena kemarau juga air menjadi bewarna hijau tosca (aslinya), jernih, bening dan tenang. Karena surut itulah kami sempat mengurungkan niat untuk tidak jadi mandi atau nyemplung disana. Kami berniat untuk sekedar foto-foto keindahannya saja lalu lanjut untuk nyemplung di Gua Pindul saja. 

Kami pun duduk leyeh leyeh dan menikmati redupnya area air terjun Lepo sembari foto-foto dan keceh air doang. Beberapa menit kemudian saya penasaran dan ingin keceh air di tempat yang lebih jauh hehe. Saya pun berjalan menyusuri bebatuan yang airnya sebatas bawah lutut kaki dengan sangat hati-hati. Daaan akhirnya "gedebug byuurrrr" terpelesetlah saya jatuh dan basah seluruh badan :") Perlu diketahui bahwa batu-batunya sangat licin karena banyak lumut. Ya, mungkin memang sudah ditakdirkan Allah untuk bermain disitu saja, Pindulnya besok lagi lain kali hihi. Sudah basah, aku lanjutkan berenang saja. Yang lain akhirnya ikut menyusul dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersenang-senang disitu saja~

Oiya, air terjun Lepo ini ada tiga tempat bendungan. Kemarin kami hanya bermain di dua bendungan saja karena satu bendungan yang paling bawah airnya sedikit. Mengunjungi Lepo di hari Senin ternyata sangat nyaman karena tidak ada pengunjung sama sekali, berasa memiliki kolam renang pribadi, bebaass HAHA.

Seru dan mengasyikkan sih. Tapi alangkah indah lagi kalo mainan airnya bareng yang disayang. Yaaa seperti misalnya sama suaminya gitu kan jadi romantis unyu seru asik gimanaaa *wkwkwk*. Kelak bakalan ajak suami jalan-jalan ngetrip seru seruan ke semua tempat hits di Indonesia pokoknyaa waaaakkkkk :3 
*meskipun sekarang belum ditemukan jodohnya gapapa lah yaa kan impian dan rencana harus disiapkan dari sekarang :p

Rabu, 04 November 2015

Marry Your Daughter


Akan datang suatu masa dimana ada seorang tamu yang berkunjung ke rumah membawa harapan penuh dan getaran kencang di dadanya. Seseorang itu nantinya akan duduk di kursi rumahmu, mungkin ruang tamu. Ayah akan menyambut dan mempersilahkan apa maksud dan tujuan lelaki berbaju semi formal, rapih, dan wangi itu berkunjung. Engkau akan mendengarkan dari bilik tembok apa yang mereka berdua cakapkan. Hingga tersadar bahwa lelaki itu menyebut namamu dengan lirih. Ayah pun akan memanggilmu saat itu, hingga kau bertatap dengan lelaki yang duduk di sebelah sana tersenyum malu kepadamu. Jangan terlalu kaget jika ayah menanyakan dengan lembut dan senyuman kegembiraan di wajahnya, "Nak, engkau ingin dijadikan tulang rusuk oleh anak lelaki yang duduk disana. Apakah engkau mau dan bersedia? :)"

*Sahabatku, suatu masa kalian para wanita akan didatangi tamu yang tak diundang. Ia datang membawa keyakinan dalam hatinya untuk mencintaimu dalam kehalalan. Membahagiakanmu dalam mahligai suci pernikahan. Maka saat ini yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga kita akan siap sedia ketika jodoh yang dikirimkan Allah telah tiba. Jangan cemas dan gelisah sebab orang yang mencintaimu dan nantinya kau cintai pasti datang pada waktunya. Allah sudah mengatur rejeki, mati, dan jodoh kita di Lauhul Mahfuz jauh sebelum kita lahir. So, keep hijrah menjadi wanita yang lebih baik ya, ingatlah bahwa penilaian manusia itu tidak akan mempengaruhi nasib atau hidupmu, karena penilaian Allah lah yang kekal dan hakiki. Jadilah lebih baik karena Allah.

Selasa, 27 Oktober 2015

Belajar Dari Siti Hajar


 
Captured by Sekar Bestari




Pada suatu hari Ibrahim A.S. menerima perintah bahwa dia harus membawa Hajar A.S. (istrinya) dan Ismail A.S. yang baru lahir, ke suatu gurun pasir, yang sekarang kita ketahui sebagai kota Mekkah.

Pada masa itu tidak ada apapun disana, di sana tidak ada orang sama sekali, gurun itu benar-benar kosong. Dia diperintahkan untuk meninggalkan mereka berdua di sana.
 
Jadi dia berjalan ke tempat itu dan Hajar A.S. tidak tahu apa-apa, yang dia tahu adalah mereka akan melakukan perjalanan dan akan kembali ke rumah. Ketika mereka sampai di tengah gurun, mereka duduk-duduk. Kemudian Ibrahim A.S. bangkit dan mulai berjalan kembali ke Palestina, dan dia tidak bilang apa-apa kepada istrinya.
 
Jadi Hajar A.S. mengejarnya, “Ya Ibrahim, kepada siapa kau meninggalkan kami? Tidak ada seorang pun disini.” Tapi Ibrahim A.S. tidak menjawab pertanyaannya, karena jika dia menjawab, maka akan terjadi percakapan, dan dia takut hatinya menjadi luluh. Dia harus memenuhi perintah Allah S.W.T. karena Allah punya rencana.

Jadi dia tetap berjalan tanpa menoleh kepada istrinya, dan istrinya tetap mengikutinya, “Ya Ibrahim, kepada siapa kau meninggalkan kami?” Dia tetap tidak menjawab dan terus berjalan. Akhirnya Hajar A.S. berhenti sejenak dan berpikir, dan karena kesalehan dan pengetahuan yang diberikan Allah S.W.T., dia bertanya satu pertanyaan yang sederhana, “Ya Ibrahim! Apakah Allah yang telah memerintahkanmu untuk melakukan ini?” Dan Ibrahim A.S. masih tanpa menoleh kepadanya, menjawab hanya dengan satu jawaban. “Ya”, kata Ibrahim sambil terus berjalan.

Lalu Hajar A.S. berhenti dan mengamati suaminya berjalan semakin jauh, dia menjadi tenang dan berkata: “Dengan begitu, Allah tidak akan membiarkan kita... Allah tidak akan membiarkan kita.”

Allahu Akbar! Bayangkan diri kalian ditempatkan dalam situasi seperti itu. Bayangkanlah seandainya kalian adalah seorang wanita yang ditinggalkan suaminya di tengah-tengah gurun pasir karena perintah Allah. Bahkan banyak pria zaman sekarang yang tidak bisa melakukan apa yang Hajar A.S. lakukan. Pria mana yang dapat melakukan itu? Sedangkan dia adalah wanita, dia memiliki kekuatan ratusan pria pada masanya.

Dalam hatinya, dia berkata “Allah tidak akan membiarkan kita.” Benar-benar percaya kepada Allah S.W.T. Karena kesalehannya maka Allah menjadikannya sebagai penghuni surga.

Ketika persediaan makanan dan air sudah habis, Ismail mulai merengek-rengek menahan lapar dan dahaga. Karena khawatir akan anaknya, Hajar mulai berlari di antara Safa dan Marwa. Kemudian Allah memberikan mereka sebuah sumber air yang disebut air Zam Zam. Lalu sekelompok orang datang dan tinggal disana. Seiring berjalannya waktu, tumbuhlah sebuah desa disana. Ismail A.S. dan Hajar A.S. tumbuh di antara orang-orang ini. Pada akhirnya orang-orang semakin ramai berdatangan ke sana hingga akhirnya tumbuhlah sebuah kota. 

Kota ini tercipta karena kesalehan Hajar. Allah mengangkat derajatnya di dalam Al-Qur’an, dia diangkat derajatnya hingga hari ini. Jutaan muslim di seluruh dunia pergi berhaji. Baik pria dan wanita melakukan ritual dari seorang wanita. Apa yang kita lakukan? Kita berlari-lari kecil di antara Safa dan Marwa hanya karena seorang wanita.



Belajarlah dari kisah Siti Hajar A.S. 
Allah memberikan ujian pada setiap manusia tidak mungkin tanpa hikmah dan maksud di baliknya. Ujian atau musibah yang kita alami memang pada awalnya sangat menyesakkan dan menyedihkan. Seperti ujian yang dialami oleh Siti Hajar. Namun, kita tidak akan tau pada saat datangnya ujian dan musibah itu apa yang sebenarnya Allah ingin berikan sebuah hikmah kepada kita. Maka seringkali kita menyesali dan meratapi ujian yang sedang terjadi bahkan mungkin ada yang langsung bersuudzon kepada Allah. Mengeluh dan tidak terima. Memang manusia diciptakan lemah, namun jika kita mengambil pelajaran dari kisah-kisah orang-orang sholeh sebelum kita. Berapa banyak ujian yang ditimpakan kepada mereka, namun mereka menerimanya dengan taat kepada Allah. Sehingga balasan yang tak disangka-sangka pun datang dari Tuhan mereka. Allah Sang Maha Besar.
Setelah kita mendapat ujian dan musibah, Allah tidak akan meninggalkan kita begitu saja. Allah akan segera memberi hikmah setelahnya,jika bersabar dan pasrah maka Allah akan memberi hal terindah yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Derajat kita pun akan diangkat oleh Allah seperti diangkatnya derajat Siti Hajar. Sesungguhnya tidak ada yang tidak mudah bagi Allah, jelas saja karena Dia lah yang memiliki alam dan seisinya ini. Tugas kita sebagai manusia hanyalah menerima segala ketetapan-Nya. Percayalah bahwa semua ketetapan Allah itu baik. Dia tidak mungkin mencelakakan hamba-Nya, tidak mungkin bahwa sebuah ujian itu tidak ada manfaat yang diberikan oleh Allah. 
Bersabarlah dengan ujian yang kita dapatkan. Bersyukurlah, karena dengan ujian itu berarti Allah memperhatikan kita, Allah masih sayang dan peduli dengan kita. Dia ingin meningkatkan derajat kita. Dan Allah sudah menyiapkan hikmah di baliknya. Kebahagiaan dan rejeki yang tidak pernah kita sangka-sangka. 

Imam Ghazali R.A. berkata: Jika kalian melihat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Agung, menahan dunia ini darimu, terus-menerus mengujimu dengan cobaan dan musibah, ketahuilah bahwa kau mempunyai derajat yang tinggi di sisi-Nya. Dia mengujimu seperti Dia juga menguji para aulia dan orang-orang yang terpilih. Dia mengawasimu, dan tidakkah kau mendengar firman-Nya?

Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami. 

(Q.S. Ath Thuur:48)

“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

(Surah AlBaqarah : Ayat 214)